Sabtu, 22 Agustus 2015

CINTA TIADA TITIK AKHIR

Kau hadir ketika Aku membutuhkanmu
Kau kembali untuk menghapus duka hatiku
Berikan senyum terindah yang pernah ada
Sentuh lembut penuh cinta kasih
Terkadang Aku sulit memahami bahasa cinta
Terkadang cinta membungkusku dalam guratan nadi
Sungguh indah bahasa cinta
Membius siapa saja yang di kehendakinya
Kenikmatan yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata
Namun.....
Sungguh pahit penderitaan cinta
Membunuh bagi siapa saja yang bermain denganya
Kepedihan yang tak mampu di lukiskan dengan kata-kata
Begitulah adanya cinta
Ketika peluk hangatmu menentramkan jiwaku
Seakan tak akan pernah kau lepaskan selamanya
Kau lepaskan semua belenggu yang menyiksa
Sampai akhirnya cinta kitalah yang sebenarnya terbelenggu
Akankan bisa bertahan?
Kau putuskan berlari sejauh-jaunya tanpa membawa Aku serta
Oh... Kau pergi tinggalkan hatiku sendiri
Hanyut dalam kenestapaan yang mendera
Siapa yang di persalahkan?
Kau hilang tanpa bekas bagai di telan bumi
Tiada kata sepatah pun yang terucap
Tak terkecuali hanya sepatah kata maaf
Aku.. hanya bisa tersenyum
Aku yakin Kau pasti akan kembali lagi
Membawa Aku di persinggahan abadi
Walau kini tinggal Aku di sini

Duduk termangu di temani sinar rembulan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar