Kau hadir ketika Aku
membutuhkanmu
Kau kembali untuk
menghapus duka hatiku
Berikan senyum terindah
yang pernah ada
Sentuh lembut penuh cinta
kasih
Terkadang Aku sulit
memahami bahasa cinta
Terkadang cinta
membungkusku dalam guratan nadi
Sungguh indah bahasa
cinta
Membius siapa saja yang
di kehendakinya
Kenikmatan yang tak
dapat di ungkapkan dengan kata-kata
Namun.....
Sungguh pahit
penderitaan cinta
Membunuh bagi siapa
saja yang bermain denganya
Kepedihan yang tak
mampu di lukiskan dengan kata-kata
Begitulah adanya cinta
Ketika peluk hangatmu
menentramkan jiwaku
Seakan tak akan pernah
kau lepaskan selamanya
Kau lepaskan semua
belenggu yang menyiksa
Sampai akhirnya cinta
kitalah yang sebenarnya terbelenggu
Akankan bisa bertahan?
Kau putuskan berlari
sejauh-jaunya tanpa membawa Aku serta
Oh... Kau pergi
tinggalkan hatiku sendiri
Hanyut dalam
kenestapaan yang mendera
Siapa yang di
persalahkan?
Kau hilang tanpa bekas
bagai di telan bumi
Tiada kata sepatah pun
yang terucap
Tak terkecuali hanya
sepatah kata maaf
Aku.. hanya bisa
tersenyum
Aku yakin Kau pasti
akan kembali lagi
Membawa Aku di
persinggahan abadi
Walau kini tinggal Aku
di sini
Duduk termangu di
temani sinar rembulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar